inspirasi yang berkenaan diri sendiri

Nama   :  Risty Nurtyarti

NRP    :  E14100035

Laskar : 17

Pengalaman pribadiku ini kutulis karena menginspirasi aku untuk terus semangat belajar dan berusaha. Memacuku untuk tetap berprestasi di tingkat selanjutnya. Alhamdulillah, ketika aku masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama, saat pengumuman UN dibacakan oleh guruku, aku terpilih menjadi juara umum. Tidak terbayangkan dalam benakku sebelumnya, karena aku rasa, aku belajar belum semaksimal yang aku bisa. Dan aku pun mengerjakan soal-soal semampu yang aku bisa. Tetapi alhamdulillah ya Rabbi, aku mendapat nilai tertinggi disekolahku saat itu. Aku pun menangis terharu karena mendengar pengumuman itu. Lantas, aku menulis pesan via handphone untuk ayah dan ibuku dirumah, mengabarkan berita ini. Mereka membalas pesanku dengan ucapan syukur dan berkata bahwa mereka sangat bangga terhadapku. Sungguh bahagianya hatiku saat itu, karena dapat membahagiakan hati kedua orangtuaku. Teman-teman yang lain pun, terutama sahabat-sahabatku, Desy, Sani, Bulan, Derina, dan Sri memelukku erat. Mereka juga berkata, mereka bangga terhadap hasil UNku yang memuaskan itu.

Sepulangnya ke rumah, aku menunjukkan hasil raport kepada kedua orang tuaku. Mereka memeluk dan menciumku. Mereka memberiku hadiah yang bagus, dan aku senang sekali. Aku tidak dapat berkata apa-apa, hanya bisa mengucap syukur Alhamdulillah, atas momen yang tak terduga ini.

Mungkin dahulu aku sempat gagal, karena saat semester 1 kelas VII aku sempat terkena ‘remedial’ dalam pelajaran matematikaku. Mungkin karena aku masih kaget dalam peyesuaian diri dari SD ke SMP. Tetapi itu tidak mengikis harapanku dan menghambat perjuanganku, aku semakin giat belajar dengan tekun, belajar kelompok, dan membaca buku serajin yang aku bisa. Saat semester 2 aku mengalami peningkatan yang drastis, aku mendapat ranking 4. Dan setelah itu, seterusnya aku mendapat ranking pertama di kelas. Alhamdulillah sekali, bukan bermaksud menyombongkan diri, atau apa, tetapi memang cerita ini yang membuat aku terpacu untuk melalui rintangan dikehidupanku. Menyadarkanku bahwa pencapaian dalam hidup ini memerlukan proses, bukan hasil akhir. Dan semua yang aku dapat saat ini patut disyukuri.

Hikmah yang dapat kupetik dari ceritaku ini adalah, saat kita terjatuh, janganlah merasa bahwa kita adalah manusia paling terpuruk di dunia ini. ketahuilah, banyak orang-orang diluar sana yang jauh lebih terpuruk dari kita. Jangan jadikan kegagalan, sebagai alasan untuk berhenti. Justru dari kegagalan itu, kita harus berpositif thinking bahwa kita pasti bisa meraih yang lebih baik, dari apa yang sudah kita dapatkan sebelumnya. Jangan lupa berusaha dan berdoa, Allah akan selalu menolong hambaNya yang mau berusaha, Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Dan pasti Allah akan selalu memberi jalan keluar untuk setiap hambaNya, sekalipun hambaNya itu merasa dirinya dalam keterpurukan. Terus semangat selagi kita mampu, jangan mudah menyerah kepada keadaan. J